Sabtu, 08 Desember 2012

Tentang Kita (aq, bumi, bulan, bintang dan mentari)


Purnama untuk bumi

Dear bumi…
Apakabarmu hari ini
Apakah mentari menyakiti dan lukai setiap jejak kulitmu
Lupakan janjinya ketika memohon menghiba mencumbumu pagi ini
Dan berikan sengatan terdahsyat perluas padang2 tandusmu
Panas dan berdebu
Keringkan airmatamu sementara kau ingin menangis
Begitu selalu ceritamu
Kembalilah bumiku
Kedalam pelukan malamku
Biarkan lembutku sentuh lukamu
Lupakan sejenak lalu melayanglah bersamaku
Karena tahukah kamu
Bersamaku
Malam tak selalu gulita dan dingin


Bintang Jatuh

Bila malam itu datang
Ceritakan padaku tentang hari ini
Meski kau terlalu jauh tak dapat kusentuh
Tapi biar begitu karena aq tak ingin menyakitimu
Bahkan setitik embunmu atau kesetiaanmu pada bulan

Bila malam itu datang
Ketika rindu tak dapat lagi tertanggung
Ijinkan aq sentuh halus indahmu
Sejenak dalam genggamanmu
Lalu padam untuk kau kenang


Menari bersama mentari

Bangunlah sayangku
Biarkan hangatku usap lembut bibirmu
Juga sungai-sungai dilekukmu
Takan lagi ada yang tak tersentuh
Lalu panasku hentakan nadimu
Dalam geliat syaraf inginmu

Menarilah terus menari
Jangan dulu berhenti
Karena asa belum lagi tercukupi
Lihatlah awan begitu tinggi
Tanpa perlu kita tutupi
Atau merasa terasing

Dan bila langit berwarna merah
Dititik ini sejenak kita berhenti 
 

note ini aq tulis dan publish tgl 11 April 2008 melalui http://henidebudi.multiply.com/journal/item/11, sepertinya rasa itu masih terkenang :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar