Purnama untuk bumi
Dear bumi…
Apakabarmu hari ini
Apakah mentari menyakiti dan lukai setiap jejak kulitmu
Lupakan janjinya ketika memohon menghiba mencumbumu pagi ini
Dan berikan sengatan terdahsyat perluas padang2 tandusmu
Panas dan berdebu
Keringkan airmatamu sementara kau ingin menangis
Begitu selalu ceritamu
Kembalilah bumiku
Kedalam pelukan malamku
Biarkan lembutku sentuh lukamu
Lupakan sejenak lalu melayanglah bersamaku
Karena tahukah kamu
Bersamaku
Malam tak selalu gulita dan dingin
Bintang Jatuh
Bila malam itu datang
Ceritakan padaku tentang hari ini
Meski kau terlalu jauh tak dapat kusentuh
Tapi biar begitu karena aq tak ingin menyakitimu
Bahkan setitik embunmu atau kesetiaanmu pada bulan
Bila malam itu datang
Ketika rindu tak dapat lagi tertanggung
Ijinkan aq sentuh halus indahmu
Sejenak dalam genggamanmu
Lalu padam untuk kau kenang
Menari bersama mentari
Bangunlah sayangku
Biarkan hangatku usap lembut bibirmu
Juga sungai-sungai dilekukmu
Takan lagi ada yang tak tersentuh
Lalu panasku hentakan nadimu
Dalam geliat syaraf inginmu
Menarilah terus menari
Jangan dulu berhenti
Karena asa belum lagi tercukupi
Lihatlah awan begitu tinggi
Tanpa perlu kita tutupi
Atau merasa terasing
Dan bila langit berwarna merah
Dititik ini sejenak kita berhenti
note ini aq tulis dan publish tgl 11 April 2008 melalui http://henidebudi.multiply.com/journal/item/11, sepertinya rasa itu masih terkenang :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar