temaram ya ay..
lihat lampu2 mulai menyemarakan sudut2 kota
indah bersinar kekuningan diantara gelap
juga dingin karena gerimis kecil
ada tanganmu diatas kepalaku
coba menghadang rinainya
agar wajahku tak terlalu beku
agar senyumku tak hilang katamu
agar kumengenang saat itu
agar kutau kau peduli
Ay..
ingatkah hati kita berbisik tentang keinginan
untuk berdiri di tembok pembatas itu
berdiri memeluk malam
lalu kitapun tertawa
Dan...
tanganmu pun tak sanggup menahan hujan
kita berlari menembus waktu
berharap hujan tak bekukan hati
gelap semakin pekat
kau pun berlalu bersama waktu dalam diam
heni s. roeswandi 21 feb 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar