Minggu, 01 November 2020

Maba aka Mahasiswa Baru

Yupe, tahun ini di masa pandemik saya mendaftarkan diri menjadi mahasiswa S2 MM di salah satu universitas di Jawa Barat.

Kalau ditanya tujuannya apa?
Belum terjawab sampai dengan saat ini tapi yang jelas saya ingin menambah wawasan berpikir saya, saya ingin ada kreatifitas yang sepadan antara praktek dan teori akademis, mungkin hanya Alloh SWT saja yang tau ada apa didepan sana, manfaat apa yang akan bisa saya bagi dengan orang lain, entah lah

Tapi disini di kota industri tempat saya tinggal dan bekerja puluhan tahun sebagai kuli pabrik, mulai banyak kampus-kampus kecil tempat karyawan yang ingin menaikkan keahlian mereka dan ijazah mereka untuk karier dan upah yang lebih baik daripada saat ini.

Ya, saya ingin mengajar disana bila memungkinkan, saya ingin membagi ilmu yang saya miliki selama bertahun-tahun saya sebagai pekerja dibidang sumber daya manusia, saya ingin bagi dengan yang lain, dan ijazah S2 nanti ingin saya jadikan bekal

Passion ini memang baru muncul, saya yang senang membaca dan menulis tetapi tidak senang berbicara akan kah mampu mengajar? 

Tidak tahu saya akan mencoba nya kelak.... Insya Alloh saja  

Aamiin yra

 

Rabu, 12 Juli 2017

Memberi tanpa berharap diberi

Dalam pergaulan sehari-hari, tanpa kita sadari memberi dan menerima adalah hal yang lumrah terjadi, tapi terkadang kita menyadari bahwa kita seringkali lebih banyak memberi dan sedikit sekali menerima juga sebaliknya lebih banyak menerima dibanding memberi (terlalu ya) ini dalam hal berhubungan dengan satu orang (lebih specifik) bisa teman, kawan, sahabat dan yang lebih dekat lagi.

Tetiba kita menyadari ketika kita membutuhkan bantuan atau intinya berharap terhadap orang ternyata hal itu tidak sesuai dengan expectasi/harapan kita.

Muncul deh kalimat : "uh kalo butuh aja mintanya sama gw.... giliran punya barang aja ingetnya sama c anu"

Belajar untuk menghilangkan pikiran (negatif) "berharap terhadap orang" yaa saya menempatkannya sebagai pikiran negatif untuk diri saya karena saya tidak ingin melakukannya atau menghilangkan pikiran2 semacam itu.

Saya masih belajar untuk selalu berharap saja terhadap Allah SWT, dan berusaha untuk meyakinkan diri biar Alloh SWT saja yang menentukan rejeki. 

#maljum#QODO&QODAR#memberi tidak harus menerima#mmengingatkan diri





Heni S. Ruswandi, Cikarang13/07/17-11:22


Senin, 05 Juni 2017

Prosedur Pembelian Kacamata BPJS Kesehatan

Dear all,

sekedar berbagi apa yang sudah teralami aja hehehe pekerjaan soalnya, cuss yaa bagaimana sih prosedur pembelian kacamata dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan yang kita miliki.

Point pentingnya adalah ikuti prosedur BPJS kalau ingin di cover, tidak perlu reimburst (setau saya sih sulit ya).

1. Datang ke Faskes tk 1, dengan membawa kartu BPJS aktif, nanti akan diberikan surat rujukan ke dokter spesialis mata di RS/ Faskes tk 2

2. Dengan membawa surat rujukan dari klinik Faskes 1, kartu BPJS aseli dan foto copy 2 lembar, ktp aseli dan foto copy 2 lembar ke bagian pendaftaran RS/Klinik Faskes 2, setelah diperiksa oleh dr. Mata, nanti akan di berikan rujukan untuk pembelian kacamata.

3. Membawa surat rujukan dari RS/Klinik Faskes tk 2 ke kantor BPJS Kes. terdekat lapor ke security bilang aja mw proses pembelian kacamata minta registrasi di surat rujukannya.

4. Membawa surat rujukan yang telah di registrasi oleh BPJS ke Optik terdekat yang bekerjsama dengan BPJS Kesehatan. kalau tidak tau bisa tanya security di BPJS Kesehatan atau petugas RS/Klinik Faskes 2 tadi, biasanya mereka tau.

Selesai deh, btw untuk kacamata ada plafon2nya yaa kalau tidak salah Rp. 300.000,- an artinya kalau pembelian diatas itu mesti nambah sendiri.

ok deh semoga bermanfaat ya 


by Heni S. Roeswandhi/060617-13.2

Minggu, 04 Juni 2017

Pencairan JHT TKA / Expatriat

Saat ini sudah jadi kewajiban perusahaan untuk mendaftarkan karyawan lokal maupun expat nya di program BPJS Ketenagakerjaan kecuali program pensiun hanya untuk tenaga kerja lokal saja.

anyway saya cuma mau bahas syarat dan teknis pencairan JHT (Jaminan Hari Tua) untuk tenaga kerja asing (Expatriat).Biasanya yang saya lakukan adalah :

1. Me-nonaktif-kan karyawan tersebut dari program BPJS Ketenagakerjaan paling tidak 1 (satu) bulan sebelum mereka kembali ke negara asalnya.

2. Mengirimkan via email ke pic pencairan JHT dan ro mengenai pemberitahuan karyawan asing yang akan di cairkan JHT nya dengan melampirkan hasil scan : Surat keterangan Berhenti Bekerja,  KITAS, Passport, dan KPJ

Biasanya setelah itu kita akan mendapatkan reply untuk menetukan tanggal kapan kita bisa datang ke kantor BPJS untuk proses pencairan.

Teknis pencairan :

1. Satu hari sebelum jadwal kedatangan ke BPJS, telp dulu ke pic BPJS untuk konfirmasi kehadiran

2. TKA dengan didampingi HRD datang ke kantor BPJS sesuai jadwal yang telah ditentukan, jangan lupa membawa Materai 7000 1 lembar, Map merah, dokumen aseli yang sudah dikirim via email.

3. Info ke petugas security di kantor BPJS, akan ditunjukan ke petugas yang mengurus hal ini, ambil no antrian.

4. Mengisi form pencairan JHT, dan dikembalikan ke petugas setelah diisi lengkap.

5. Verifikasi data dan pengambilan foto TKA oleh petugas.

6. Menunggu pencairan dana, akan dikeluarkan dalam bentuk Cash, Cheque atau transfer ke rek karyawan. bila transfer jangan lupa membawa fc buku rekening.

7. Bila menggunakan cheque, setelah cheque diterima dapat di cairkan di kantor bank yang ditunjuk.

Proses pencairan selesai.


semoga bermanfaat yaa...

by Heni S. Roeswandi


Senin, 27 Juni 2016

Ruang Menyepi

Ahh aq menemukannya lagi atau mungkin bisa dibilang aq mencarinya.. aq membutuhkannya atau aq menciptakannya
entahlah... yang jelas disini terasa nyaman untuk menyepi ataukah aq sedang mencoba mengakrabi sebuah kata dan makna dari sebuah kesepian

yaa baru saja sekian jam tanpa "sayang" mu aq berharap aq sanggup untuk terus melalui waktu, seperti pada banyak cerita aq bertutur...
ikhlaskanlah dia hanya keinginan kuat dari dirimu sendirilah yg akan membantumu melewati kisah tanpa dia karena dari sekian banyak alasannya tak ada satupun untuk bersamaku

Pada sebuah hati pernah kutitipkan rasa... tak semudah itu melepaskannya.

ah cinta pada Mu Ya Alloh seharusnya diatas segalanya







Heni S. Ruswandi aka Heni Suprapti R. 28.06.2016 10:25

Hei Kamu

Yah kamu...
beberapa hari berlalu setelah aq menempatkanmu sebagai kenangan, tidak sebenarnya aq ingin menempatkanmu jauh diluar itu...
tapi ternyata titik terjauh yang aq mampu hanya itu

Dahulu sekali.. biasanya aq akan menangisi kekosongan waktu tanpamu lalu merajuk dan mengiba karena aq tau aq tak kan mampu
Dan kini sedikit berbeda... itu pun karena seringkali kau mengajarkanku untuk kecewa, sedih dan menagisi rindu... lalu diapun menguap bersama angin yang tertinggal adalah bulir-bulir kecil yang mulai mengering.

Kenapa? karena aq harus tersenyum untuk menyambut bahagiaku sendiri.  all of our story as a part of our life. my life
Its so hard but life must go on right?




Heni S. Ruswandi aka Heni Suprapti 28/06/2016 09:44

Senin, 31 Agustus 2015

Sosmed aka medsos

Hari gini punya akun fb ataupun path sepertinya hal yang biasa.. bahkan beberapa orang mungkin memiliki akun lebih dari satu :)

Untuk akun fb saya punya 2, memang dibuat dari awal berbarengan, tujuan awalnya cuma ingin memisahkan mana akun yang isinya teman kantor, dan teman main yang memang sehati, beberapa juga bercampur ada dikeduanya, karena kadang status teman kantor yang bersinggungan dipekerjaan rada2 males bacanya hehehe

Dan ceritanya dikantor yang sekarang inipun teman kantor yang menjadi teman di sosmed hanya beberapa.

Saya pikir teman yang rata2 sudah bekerja apalagi sudah menikah seharusnya lebih dewasa dibanding anak alay yang dikit2 update status tentang perasaan hatinya entah itu marah, nyindir teman yang lain atau sekedar mengungkapkan kekesalannya terhadap atasan, bawahan, rekan kerja.


Betul memang kedewasaan tidak memandang status pernikahan atau status pekerja atau pelajar, dasarnya alay ya tetap aja alay, dan itu tetap aja ada dikantor yang sekarang... alhasil karena malesnya membaca status yang jenis isinya begitu, mau delkon ga enak dan saya juga bukan tipe orang yang aktive update status, umumnya saya hanya membaca berita dari linknya teman2 saya disana.

Ya sudahlah saya putuskan deactive untuk akun fb yang isinya teman2 kerja itu gitu juga akun path saya, saya relakan diuninstal.



haaaa rasanya ademm sungguh disaat2 seperti ini saya kangen MP.... bring it back... bring it back ...